Keraya, Pohon Natal Kami

Sebagian koleksi pohon keraya saya. Foto: Terige.com


Tiga-empat tahun lalu, pohon-pohon keraya yang masih berupa anakan, saya "selamatkan" dari sela tembok, pagar, atau cor semen. Di tempat terjepit seperti itu biasanya mereka ditemukan.

Tak terasa, seiring waktu berlalu, mereka tumbuh menjadi pohon-pohon mini berkarakter purba! Sulur menjutai. Akar mengcengkeram hingga di luar pot.
Baru sempat dipangkas tadi. Mengurangi tinggi dahan dan ranting. Juga mengurangi daun-daun yang kian rindang.
Karena cemara tak berhasil tumbuh, maka keraya inilah yang menjadi Pohon Natal kami. Tempat jin begantong! Betendang-beterajang. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celetuk Senior di Angkot Parangtritis

Jungle Child oleh Sabina Klueger